Kamis, 04 Juli 2013

Cerpen Peri Yang Terdampar



Peri yang terdampar
            Disuatu kerajaan yang bernama kerajaan Dream Wish, terlahirlah seorang peri yang bernama Finkasa(dibaca: fingkasa) dia peri yang ditugaskan kebumi untuk membantu manusia yang susah tidur, menjadi bisa tidur terlelap, saat itu ratu peri yang bernama ratu Current berbicara hal yang penting kepada para peri-peri.
            “Wahai para peri, kalian ditugaskan pergi kebumi dengan tugas kalian masing-masing” ucap ratu Current(dibaca: karen) saat itu semua para peri sedang berkumpul dikerajaan Dream Wish.
            “Ratu” ucap salah satu peri lelaki yang bernama Dheon mengacungkan tangan, sepertinya dia akan menanyakan suatu hal.
            “Iya?” jawab ratu Current.
            “Jika kita sudah selesai tugasnya, bagaimana cara kami pulang. Apakah seperti biasa?” tanya Dheon.
            “Tidak! Kali ini, jika hujan tidak turun, kalian bisa pulang. Dengan cara, kalian cukup terbang, lalu bisa kembali kekerajaan Dream Wish. Jika kalian belum memenuhi tugas kalian, tetapi hujan turun atau tidak turun, kalian tidak akan bisa terbang atau pulang!” terang ratu Current. Bagaimana ini, jika aku tak bisa terbang, aku akan tinggal dibumi. Sayapku kan masih kaku batin Finkasa dalam hatinya. “Dan satu lagi, semua dibataskan sampai jam lima subuh” lanjut ratu Current
            “Oke! Kalian terbang sekarang, turun kebumi!” perintah ratu Current, para peri lainnyapun terbang menuju bumi, begitupun dengan Finkasa. Finkasa begitu gugup untuk terjun menuju bumi, karena terpaksa disuruh oleh ratu Current, akhirnya Hhuff... suara sayap Finkasa terbang.
            Syukurlah, sayap Finkasa tidak lumayan kaku, tetapi dia masih ragu untuk nanti pulang. Apakah kalian tahu? Jika Finkasa pulang kekerajaan Dream Wish dengan selamat dan dapat membereskan tugas-tugasnya, maka Finkasa akan mendapat penghargaan sekaligus diangkat menjadi anak ratu Current, Finkasa sangat berharap semua itu terjadi.
            Huuff Finkasa kali ini sudah turun ke planet bumi, dia sekarang sudah berada disuatu komplek. Finkasa terbang sembari melihat-lihat jendela rumah satu persatu, apakah ada yang sudah tidur? Atau tidak, dia akan melelapkan tidur semua orang.
            Setelah beberapa jam Finkasa belum menemukan orang yang susah tidur, saat itu Finkasa akan terbang, tiba-tiba hujan turun sangat deras, Finkasa sangat ketakutan karenanya ucap ratu Current, ‘jika hujan turun atau tidak turun, tetapi belum memenuhi tugasnya, maka dia tidak akan bisa pulang atau terbang’. Jadinya Finkasa menunggu hujan deras ini reda.
            Kapan hujan ini berhenti, aku lelah, aku ingin tidur keluh Finkasa dalam hati, dia sangat berharap bahwa ada salah satu sahabatnya yang bernama Friesca itu juga dikomplek ini, kalau Friesca itu ditugaskan menjadi peri untuk membantu manusia yang susah mencari teman.
            Beberapa jam kemudian, akhirnya hujan ini berhenti, Finkasa melanjutkan tugas tugasnya, dia harus bertanggung jawab atas tugas tugasnya itu. Finkasa terbang mencari komplek lain.
            Saat sampai disuatu komplek, seperti biasa, dia melihat jendela rumah satu persatu. Finkasa tersenyum lebar, saat melihat rumah bernomor 199 itu, karenanya Finkasa melihat orang sedang tiduran tetapi dia tidak tidur, dan sepertinya dia susah tidur.
            Finkasa menembus jendela rumah bernomor 199 itu, dia membaca mantra tanpa diketahui oleh manusia “Adakadabraa... quick.. quick... sleep... adakadabraa” ucap Finkasa, dia sangat senang karena mantranya berhasil, dia diajari oleh ratu Current tentunya.
            Ucap ratu Current, tugas minimal menyelesaikan 3 kali, dan tentunya Finkasa harus melelapkan tidur 3 orang. “Yup! dua lagi” seru Finkasa sembari terbang mencari komplek lain.
            Saat dikomplek lain, seperti biasa Finkasa menemukan satu orang yang susah tidur sepertinya, dia menembus jendela rumah itu.. rumah itu bernomor 026.
            “Adakadabraa... quick.. quick... sleep... adakadabraa” ucap Finkasa membaca mantranya, syukurlah mantranya berhasil, dia sangat senang. “Satu lagi! Semoga saja berhasil!” Finkasa berbicara sendiri sembari menembus jendela lalu terbang. Kali ini, Finkasa tidak terbang kekomplek lain meliankan dia masih dikomplek satu ini.
            “Yeah..! berhasil” Finkasa sudah menemukan satu orang yang sudah tidur, dan dia sudah memenuhi tugasnya! “Pulaangg..!” teriak Finkasa, dia sangat senang karena dia sudah memenuhi tugasnya, tinggal kembali kekerajaan, jadi dia bisa menjadi anak ratu Current dan mendapat penghargaan.
            Saat akan terbang, tiba-tiba hujan turun sangaat deras dari yang sebelumnya. Ya ampun, mengapa harus hujan saat aku akan pulang? Kali ini kan akan melonjak jam lima subuh,aku tak bisa pulang! Keluh Finkasa dalam hatinya. Kasihan sekali Finkasa, dia tidak bisa pulang, karena waktu sebentar lagi menunjukan pukul lima subuh, karenanya ucap ratu Current harus pulang sebelum jam lima subuh
            Waktu sudah menunjukan pukul lima subuh, hujan belum juga berhenti, masih sangat deras. Apakah peri yang lain sudah pulang? Uh.. finkasa hanya bisa mengeluh.
           
            “Kasihan sekali Finkasa, dia tidak akan pulang selamanya” ucap ratu Current saat melihat berlian, berlian itu akan menjadi cctv Finkasa, kemanapun Finkasa pergi, pasti akan terlihat oleh berlian itu.
            Setelah lama menunggu hujan berhenti, Finkasa melihat seseorang gadis yang cantik keluar dari rumah bernomor 029, Finkasa berubah wujud, menjadi manusia biasa.
            “Hei, siapa kamu?” sapa gadis cantik tadi
            “Hei, aku Finkasa, aku terjebak disini” terang Finkasa
            “Mengapa hal itu bisa terjadi?” karena Finkasa tidak mau manusia tau bahwa dia adalah peri, akhirnya Finkasa memutuskan untuk berbohong.
            “Orang tuaku meninggalkan aku sepertinya disini. Begitu aku bangun dari tidurku, aku tiba tiba sudah ada dirumahmu” alasan Finkasa
            “Kasihan sekali kamu, ya sudah, kamu tinggal saja dirumahku” ucap gadis itu, akhirnya Finkasa menjadi setengah peri dan setengah manusia
            Ya...! finkasa akan selamanya tinggal dibumi, begitulah kisah peri yang terdampar...

minta comentnya..

Jumat, 14 Juni 2013

Cerpen Masakan Umi



Aku tak pernah sekali makan masakan Umi, makanan yang umi buat itu, enggak enak semuanya. Aku lebih suka makanan diluar-luar, seperti dirastaurant bisa dibilang, karenanya makanan direstaurant itu enak semua...

            “Rekha sayang, ayo dimakan masakan umi, enak lho” saat itu umi masak sayur bayam, aku bosan dengan masakan umi!

            “Enggak! Enggak mau! Lebih baik Rekha jajan disekolah saja, rekha bosen mi, makannya sayur bayam mulu!” aku merengek, umi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu pergi kekamar begitu saja

            “Umii, aku pergi kesekolah dulu ya” aku berteriak, aku tak menghampiri umi disitu

            Sesampainya disekolah...

            Perutku kali ini udah paduan suara, alias perutku lapar. Aku terus memegangi perutku yang takkuat lapar. “Rekha!” suara itu seperti dari belakang, aku menoleh.. oh, ternyata itu Alta, sahabatku.. dia cantik, baik sama sepertiku, orang bilang begitu hehe...

            “Iyaa? Apa?”

            “Kok kayak yang enggak semangat gitu sih, kenapa? Lapar ya? Aku bawa makanan didalam tas” aku terkejut sekali ketika mendengar omongan alta saat bilang ‘Aku bawa makanan didalam tas’ pasti, makanannya pasta semua.. soalnyakan orang tua alta punya restaurant terbagus dikotaku ini!

            “Wahh.. boleh-boleh” aku dan alta menuju kelas, sepertinya jika aku makan makanan alta, mungkin aku tak akan kelaparan selamanya!

            “Nih” Alta membuka makanan yang dia bawa dari rumah, kegiranganku mulai melemah “Kenapa?” lanjut alta. Aku melihat yang dia bekal dari rumah, ternyata hanya tempe dan tahu saja yang dia bawa, uhh... harapanku hancur berkeping-keping hahaha...

            “Maaf ya, makanannya ini.” ucap alta, aku hanya menggeleng-geleng. Dengan terpaksa kulahap tempe dan tahu itu..

            Aku tersedak, alhasil.... aku muntah

            “Uh.. jorok sekali sih” ucap salah satu temanku yang bernama Fina

            “Maaf sekali” jawabku, Alta pergi begitu saja untuk mengambil lap pel

            Sesampainya dirumah...

            Aku masih memegangi perutku yang kosong itu “Assalamualaikum mi” aku memberi salam kepada umi sembari lemas berbicara

            “Rekha, umi bilang apa.. makannya makan, jadinya perutmu kosong kan. Kalau sakit kamu yang tanggung sendiri” umi marah-marah kepadaku, aku hanya menunduk takut dan malu. Umi berlari kekamarnya, aku mengikutinya.

            Kulihat umi yang sedang menunduk sembari duduk dikasur, air matanya membasahi pipi umiku itu, sepertinya umi kecewa denganku, karena aku tak pernah menghargai masakan umi

            Karena aku lapar, dengan terpaksa, aku akan mencoba masakan umi. Sayur bayam ini masih utuh saat aku buka, kasihan sekali umi, masakannya tidak ada yang makan.. karena abi keluar kota untuk mengurusi kerjaannya. Aku mengambil piring, sendok, dan garpu. Aku melahap sayurnya.

            EMMHH.. YUMMYYY!!! ITS PERFECTaku sangat menyesal karena aku telah mengecewakan umi..

            Yeaayy..! buat kalian semuaa, hargailah masakan orang tua kalian, jangan sampai mengecewakannya...

            Ingat, jangan diconton kelakuanku ya! 

minta comentnya, jangan lupa follow @auliafa_ thanks ^^