Aku
tak pernah sekali makan masakan Umi, makanan yang umi buat itu, enggak enak
semuanya. Aku lebih suka makanan diluar-luar, seperti dirastaurant bisa
dibilang, karenanya makanan direstaurant itu enak semua...
“Rekha sayang, ayo dimakan masakan
umi, enak lho” saat itu umi masak sayur bayam, aku bosan dengan masakan umi!
“Enggak! Enggak mau! Lebih baik
Rekha jajan disekolah saja, rekha bosen mi, makannya sayur bayam mulu!” aku
merengek, umi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu pergi kekamar begitu
saja
“Umii, aku pergi kesekolah dulu ya”
aku berteriak, aku tak menghampiri umi disitu
Sesampainya
disekolah...
Perutku kali ini udah paduan suara,
alias perutku lapar. Aku terus memegangi perutku yang takkuat lapar. “Rekha!”
suara itu seperti dari belakang, aku menoleh.. oh, ternyata itu Alta,
sahabatku.. dia cantik, baik sama sepertiku, orang bilang begitu hehe...
“Iyaa? Apa?”
“Kok kayak yang enggak semangat gitu
sih, kenapa? Lapar ya? Aku bawa makanan didalam tas” aku terkejut sekali ketika
mendengar omongan alta saat bilang ‘Aku bawa makanan didalam tas’ pasti,
makanannya pasta semua.. soalnyakan orang tua alta punya restaurant terbagus
dikotaku ini!
“Wahh.. boleh-boleh” aku dan alta
menuju kelas, sepertinya jika aku makan makanan alta, mungkin aku tak akan
kelaparan selamanya!
“Nih” Alta membuka makanan yang dia
bawa dari rumah, kegiranganku mulai melemah “Kenapa?” lanjut alta. Aku melihat
yang dia bekal dari rumah, ternyata hanya tempe dan tahu saja yang dia bawa,
uhh... harapanku hancur berkeping-keping hahaha...
“Maaf ya, makanannya ini.” ucap
alta, aku hanya menggeleng-geleng. Dengan terpaksa kulahap tempe dan tahu itu..
Aku tersedak, alhasil.... aku muntah
“Uh.. jorok sekali sih” ucap salah
satu temanku yang bernama Fina
“Maaf sekali” jawabku, Alta pergi
begitu saja untuk mengambil lap pel
Sesampainya
dirumah...
Aku masih memegangi perutku yang
kosong itu “Assalamualaikum mi” aku memberi salam kepada umi sembari lemas
berbicara
“Rekha, umi bilang apa.. makannya
makan, jadinya perutmu kosong kan. Kalau sakit kamu yang tanggung sendiri” umi
marah-marah kepadaku, aku hanya menunduk takut dan malu. Umi berlari
kekamarnya, aku mengikutinya.
Kulihat umi yang sedang menunduk
sembari duduk dikasur, air matanya membasahi pipi umiku itu, sepertinya umi
kecewa denganku, karena aku tak pernah menghargai masakan umi
Karena aku lapar, dengan terpaksa,
aku akan mencoba masakan umi. Sayur bayam ini masih utuh saat aku buka, kasihan
sekali umi, masakannya tidak ada yang makan.. karena abi keluar kota untuk
mengurusi kerjaannya. Aku mengambil piring, sendok, dan garpu. Aku melahap
sayurnya.
EMMHH..
YUMMYYY!!! ITS PERFECTaku sangat menyesal karena aku telah mengecewakan
umi..
Yeaayy..! buat kalian semuaa,
hargailah masakan orang tua kalian, jangan sampai mengecewakannya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar